Menggagas Mimpi Dari Keluarga Dengan Prestasi Untuk Masa Depan Bangsa
Oleh: FELIKSIANUS AMA
Pendidikan merupakan salah satu agenda kemanusiaan yang terus dikumandangkan untuk di garap, demi terwujudnya keadilan sosial sehingga dapat terwujudnya kesejahteraan dan pendidikan yang bermartabat seperti yang kita harapkan bersama dan dapat berperan dalam dunia masa depan.
Berdasarkan UU-RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sisytem Pendidikan Nasional pasal 1 telah ditetapkan “Pendidikan adalah usaha dasar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di massa yang akan datang.” Penekanan pada bagian akhir tersebut menyebabkan pendidikan dilukiskan sebagai suatu rumusan untuk menata masa depan. Pendidikan menjadi ujung tombak dan garda paling depan untuk melawan pesatnya arus globalisasi yang mengalami percepatan, yang meliputi seluruh aspek kehidupan dan penghidupan manusia. Pendidikan juga diyakini memiliki amunisi yang mampu menerobos cakrawala pancaroba zaman Millennium Baru.
Dalam hiruk pikuk masyarakat teknologi yang serba canggih, menggagas mimpi dengan prestasi dalam pendidikan, yang lahir dari ketulusan hati dan keterbatasan ekonomi memacu semangat yang tinggi. Betapa tidak, setiap kita tentu menginginkan pendidikan yang layak dengan dukungan ekonomi yang menunjang. Terlepas dari ekonomi keluarga yang mendukung berkembangnya pendidikan, bukan berarti bahwa keterbatasan ekonomi dalam keluarga menjadi penghambat utama. Tetapi keterbatasan inilah yang menjadi daya dorongan untuk melakukan upaya untuk mewujudkan cita-cita dan harapan Bangsa dan Negara di masa depan.
Menjadi mahasiswa dengan latar belakang ekonomi keluarga yang pas-pasan adalah sebuah tantangan terbesar. Beban keluarga yang juga menjadi tanggung jawab saya memaksa saya harus melakukan sesuatu. Barangkali dengan melanjutkan pendidikan, pikir saya. Akhirnya pada juni 2015, dengan uang pinjaman saya berangkat ke ibu kota. Keinginan saya yang kuat inilah yang meyakinkan kedua orang tua saya bahwa memang demikian harus menjadi anak yang cerdas dan berdaya saing tinggi. Yah… paling tidak bisa mendapat gelar sarjana dan mengabdi untuk masyarakat. Demikianlah harapan saya. Namun, besar kemungkinan bagi saya adalah bahwa dengan potensi yang saya miliki dalam bidang akademi akan menghasilkan perubahan-perubahan yang membawa manfaat bagi keluarga, bangsa, serta Negara.
Mimpi menjadi pendidik yang profesional adalah pilihan utama. Pendidik adalah mereka yang mampu mendidik anak muridnya menjadi generasi yang mampu bersaing dan memiliki moral yang baik. Profesionalisme akan menunjang pendidikan nasional yang berdasarkan latar kemasyarakatan dan kebudayaan Indonesia.
Dengan adanya pendidik yang professional dalam Sistem Pendidikan Nasiona, kita mampu melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan yang telah terukir dengan indahnya sejarah bangsa Indonesia, agar tidak terjerus kedalam arus saman millennium baru. Melalui pendidikan juga kita diharapkan untuk mampu menumbuhkan kemampuan yang sarat kreativitas dan inovativ untuk menghadapi tuntutan zaman masa kini.
Pendidikan berlangsung sepanjang hayat dalam suatu latar kemasyarakatan dan budayaan tertentu. Pendidikan bergerak maju mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan informasi yang tak dapat di bendung laju percepatannya. Disamping mengikuti laju perkembangan dunia teknologi, pendidikan juga mampu menjadi filterisasi yang dapat mengeliminasi hal-hal yang kurang baik agar tidak terjerumus kedalam arus globalisasi yang oleh Alvin Toffler disebut “Gelombang ketiga” atau yang oleh John Naisbitt disebut “Zaman Pasca-Industri”. Memang, pendidikan merupakan penyiapan peserta didik bagi peranannya di masa yang akaan datang. Dengan demikian maka pendidikan harus mengantisipasi keadaan zaman dan masyarakat masa depan.
Untuk mewujudkan masa depan itu dengan prestasi, tentu diperlukan keterlibatan usaha dan kerja keras serta dukungan dari keluarga maupun pihak-pihak lain seperti Pemerintah dan Kementrian Pendidikan atau yang paling di bawahnya adalah Dinas Pendidikan, guna merangkai suatu masa depan yang cerah bagi Nusa dan Bangsa seperti yang dicita-citakan bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar